13 Februari 2009

Kopdit Serviam Fokus pada Usaha Ekonomi Anggota

Oleh FRANS OBON

ENDE - Koperasi Kredit (Kopdit) Serviam akan terus mendorong para anggotanya untuk mengembangkan wirausaha demi membangun ekonomi dan peningkatan pendapatan keluarga. Dengan ini Kopdit Serviam tidak saja dikembangkan sebagai lembaga keuangan yang profesional, melainkan juga lembaga keuangan yang bisa membiayai usaha anggotanya. Kredit akan lebih diarahkan pada pembiayaan sektor-sektor usaha yang meningkatkan pendapatan para anggota.


Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2008, yang digelar Minggu (8/2) di aula Marinus Krol Paroki Onekore mengambil tema “ Meningkatkan Wirausaha Anggota melalui Pendidikan dan Pelatihan Usaha-Usaha Anggota”. Acara dibuka Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Ende Abdul Syukur.

Ketua Kopdit Serviam Kosmas Lawa Bagho dalam sambutannya mengatakan, pada tahun 2008 Kopdit Serviam memperoleh prestasi memuaskan dengan diperolehnya predikat sebagai koperasi terbaik pertama tingkat Kabupaten Ende. Pada tahun buku yang sama, koperasi ini berhasil mencapai 1000 lebih anggota sebagaimana disyaratkan oleh Pusat Koperasi Kredit Bekatigade Ende Ngada dan Nagekeo. Di Kabupaten Ende hanya ada tiga koperasi dengan jumlah anggota di atas 1000 orang yakni Kopdit Bahtera, Civita Dei, dan Serviam. Pertumbuhan kekayaan juga meningkat dari Rp1,5 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp3,6 miliar lebih tahun 2008. Di bawah Puskopdit BEN, Serviam menempati urutan ke-13 dan dari segi aset ada di urutan ke-12.

“Kesuksesan Kopdit Serviam sekarang ini harus menjadi titik pijak untuk terus melakukan gebrakan perubahan sehingga bersaing sehat di antara koperasi kredit di tingkat nasional dan daerah,” kata Manajer Puskopdit BEN Mikhael H Jawa dalam sambutannya.

Mikhael mengatakan, tiga arah dasar Puskopdit BEN 2007-2012 adalah fokus pada pertumbuhan anggota yakni setiap tahun ada pertumbuhan 1000 anggota, unggul dalam persaingan, dan melembagakan sistem kerja.

Dia mengingatkan seluruh anggota dan pengurus kopdit Serviam untuk mempertahankan jati diri sebagai koperasi kredit dengan bersumbu pada tiga prinsip dasar yakni pendidikan, solidaritas, dan swadaya.

Kualitas anggota dan fungsionaris koperasi juga menjadi inti kekuatan koperasi kredit. “Kita tidak hanya berbangga karena anggota kita jumlahnya ribuan orang, tetapi lebih dari itu kita berbangga karena mutu anggotanya. Anggota yang bermutu, berkualitas akan menentukan keberlanjutan koperasi,” katanya.

Dia minta agar “Kopdit Serviam jadi wadah untuk saling membangun kepercayaan, membangun semangat kerja tim, saling memiliki dan saling menghargai dalam satu ikatan kebersamaan, membentuk kinerja yang sinergis dengan menjalin harmonisasi dan keberagamaan”.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Ende Abdul Syukur dalam sambutannya mengatakan, RAT adalah proses pembelajaran yang efektif dan melahirkan inspirasi, motivasi dan inovasi dalam proses pembaruan diri yang berdampak pada perubahan perilaku, peningkatan pengetahuan, dan aspek keterampilan.

“Nilai-nilai koperasi adalah menolong diri sendiri, demokrasi, kesetaraan, keadilan dan solidaritas, kejujuran dan keterbukaan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap orang lain,” katanya.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar